Pemda Jateng Tunda Rilis Obligasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah seniai Rp1,2 triliun. Padahal, proses penerbitan obligasi tersebut telah mendapat persetujuan DPRD Provinsi Jawa Tengah dan tengah mengajukan Ijin Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Djustini Septiana mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memutuskan untuk menunda penerbitan obligasi daerah, karena harus menilai ulang proyek yang menjadi jaminan.”Pak Gubernur minta untuk revaluasi atau nilai ulang proyek yang akan dibiayai, karena adanya perubahan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dengan demikian, jelas dia, jika Pemerintah Daerah Jawa Tengah akan menerbitkan obligasi daerah, harus memulai proses dari awal seperti mendapatkan ijin dari DPRD Jawa Tengah.“Sayang juga, sebab sudah panggil konsultan, di peringkat dan dana ADB sebagai pendamping juga dipakai,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mendapatkan ijin dari DPRD Jateng untuk menerbitkan Obligasi senilai Rp1,2 triliun. Rencananya dana hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk membangun rumah sakit dan jaringan air bersih.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama Tanamduit - Investree Rilis Promo Bonus Reksa Dana

NERACA Jakarta – Guna mengoptimalkan minat masyarakat, khususnya generasi milenial berinvestasi di reksa dana, maka beberapa agen penjual efek reksa…

Pendapatan Daerah Banten Triwulan Satu 2019 Lebihi Target

Pendapatan Daerah Banten Triwulan Satu 2019 Lebihi Target NERACA Serang - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten mengungkapkan target pendapatan dari…

Hartadinata Rilis MTN Syariah Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi (HRTA) menerbitkan surat utang jangka menengah dengan prinsip…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…