Narada Aset Management Raih Rekor MURI - Minat Investasi Reksadana Meningkat

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal, khususnya di kalangan milenial, PT Narada Aset Manajemen (NAM) meraih rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) setelah mengumpulkan ribuan pendaftar reksa dana dalam satu hari.Pada Tomorrow Today Fun(d) Festival, Senin (3/12) kemarin, Narada Aset Manajemen sukses mengajak milenial dari beberapa kota di Indonesia untuk mulai berinvestasi, khususnya penggunaan reksa dana.

Presiden Direktur NAM, Oktavian Dondi dalam siaran persnay di Jakarta, kemarin mengatakan, penerimaan MURI merupakan titik awal bagi pihaknya dalam menggerakan generasi milenial untuk mulai berinvestasi.”Kami mengajak generasi milenial untuk mulai memikirkan masa depan dari sekarang dan berinvestasi, salah satunya melalui reksa dana. Investasi reksa dana bukan suatu yang sulit dilakukan karena bisa dimulai dengan dana yang terjangkau, hasil investasi yang didapat juga sama layaknya nasabah prioritas,"ujarnya.

Dirinya berharap, seruan berinvetasi dapat merubah paradigma masyarakat umum yangsebelumnya berpikir investasiuntuk orang kaya saja, namun menjadi investasi milik semua orang. Untuk meningkatkan awareness mengenai pentingnya investasi sejak dini bagi milenial, PT NAMakan terus melakukan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat umum, khususnya milenial.

PTNAM merupakan perusahaan manajemen investasi yang sebelumnya bernama PT Narada Kapital Indonesia (NKI), yang didirikan dan berkedudukan di Jakarta pada 2012. Perseroan telah memperoleh izin usaha sebagai manajer investasi dari BAPEPAM-LK berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM-LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) No.KEP-09/BL/MI/2012 pada 29 November 2012.

Sebagai informasi, minat masyarakat berinvestasi di reksadana terus meningkat. Melihat tren tersebut, Head of Capital Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memproyeksikan, dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana bisa tumbuh seiring kinerja pasar modal yang membaik.

Memang, selama Oktober 2018, AUM industri reksadana di luar reksadana berdenominasi dollar AS dan penyertaan terbatas tercatat turun Rp 1,74 triliun dari September atau month on month menjadi Rp 468,26 triliun. Namun, Wawan memproyeksikan, di November 2018, dana kelolaan industri reksadana akan naik signifikan karena perbaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan begitu, Wawan berharap di tahun depan AUM industri reksadana bisa tumbuh 8%-10% menjadi Rp 550 triliun. Itu bila di tahun ini AUM industri reksadana bisa tembus Rp 500 triliun.

Wawan optimistis perkembangan AUM semakin besar karena institusi akan terus berinvestasi di reksadana. Disebutkan, pertumbuhan dana kelolaan akan besar kontribusinya datang dari reksadana terproteksi dan reksadana saham.

BERITA TERKAIT

Pasar Ekspor Meningkat - KPAS Tingkatkan Kapasitas Produksi 300%

NERACA Jakarta – Tahun depan, emiten produsen kapas PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) berencana meningkatkan kapasitas produksi sebesar 300% menjadi…

Devisa Pariwisata Meningkat Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi

Devisa Pariwisata Meningkat Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi NERACA Jakarta - Dari tahun ke tahun sektor pariwisata terus menjadi andalan…

Wali Kota Depok Raih Entrepreneur Award 2018

Wali Kota Depok Raih Entrepreneur Award 2018 NERACA Depok - Wali Kota Depok, Mohammad Idris berhasil meraih penghargaan Entrepreneur Award…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…