Pemerintah Terbitkan Global Bonds US$ 3 Miliar

NERACA

Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi dolar AS atau Global Bonds dengan format SEC-registered sebesar tiga miliar dolar AS untuk pembiayaan pre-funding tahun anggaran 2019. Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (4/12), menyatakan Global Bonds tersebut terdiri dari tiga seri penerbitan yaitu RI0224, RI0229 dan RI0249.

Nominal penerbitan seri RI0224 ditetapkan sebesar 750 juta dolar AS dengan tenor selama lima tahun serta jatuh tempo pada 11 Februari 2024 dan memiliki tingkat kupon 4,45 persen. Nominal penerbitan seri RI0229 ditetapkan sebesar 1,25 miliar dolar AS dengan tenor selama 10 tahun serta jatuh tempo pada 11 Februari 2029 dan mempunyai tingkat kupon 4,75 persen.

Nomina penerbitan seri RI0249 ditetapkan sebesar satu miliar dolar AS dengan tenor selama 30 tahun serta jatuh tempo pada 11 Februari 2049 dan memiliki tingkat kupon 5,35 persen. Transaksi penjualan SUN dalam valuta asing ini telah memperoleh peringkat Baa2 dari Moody's, BBB- dari Standard & Poor's, dan BBB dari Fitch.

Pemerintah mengakses pasar dolar AS dengan cepat dan oportunistik untuk melakukan pre-funding kebutuhan pembiayaan di tahun 2019 melihat kondisi pasar yang kondusif pasca Pertemuan G20. Untuk itu, final pricing (yield) untuk masing-masing seri dapat lebih ketat 27 bps, 32 bps dan 27 bps dari initial price guidance.

Kesuksesan transaksi ini juga merupakan hasil dari konsistensi pemerintah dalam melakukan komunikasi dengan investor dan menggunakan format dokumentasi transaksi yang andal. Transaksi ini merupakan penerbitan kedua Pemerintah untuk SUN valuta asing dalam denominasi dolar AS menggunakan format SEC-Registered Shelf. Penerbitan Global Bonds menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk meningkatkan likuiditas SUN dalam denominasi dolar AS.

Penerbitan SUN yang akan dilakukan pada 11 Desember 2018 ini akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange. Sedangkan, Joint Bookrunners dalam penerbitan ini adalah ANZ, Citigroup, DBS Bank Ltd., Deutsche Bank dan Goldman Sachs (Singapore) Pte. Selain itu, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. bertindak sebagai Co-Managers.

BERITA TERKAIT

BTEK Bidik Private Placement Rp 509,05 Miliar

Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) bakal menggelar aksi korporasi penambahan modal tanpa hak…

Madusari Murni Tebar Dividen Rp 28,27 Miliar

NERACA Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) memutuskan mengalokasikan 30% atau  senilai…

BI Jabar Siapkan Uang Tunai Rp108 Miliar di Sukabumi - Puasa Hingga Lebaran

BI Jabar Siapkan Uang Tunai Rp108 Miliar di Sukabumi Puasa Hingga Lebaran NERACA Sukabumi - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…

Genjot Kredit KKB, BCA Autoshow Digelar

    NERACA   Jakarta - Inisiatif PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan…

Lewat LinkAja, BNI Syariah Incar Fee Based Naik 52%

    NERACA   Jakarta - PT. BNI Syariah mengincar pendapatan berbasis komisi dapat meningkat hingga 52 persen menjadi Rp115…