Aksi Beli Investor Asing Dongrak Laju IHSG - Dampak Perang Dagang Mereda

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melanjutkan penguatan pada awal pekan di tengah maraknya sentimen positif yang beredar dari internal dan eksternal. IHSG ditutup menguat sebesar 62,19 poin atau 1,03% menjadi 6.118,32. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 12,32 poin atau 1,28% menjadi 978,78.

Kata analis Trimegah Sekuritas, Rovandi, eforia perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang mereda menjadi faktor positif bagi bursa saham global, termasuk IHSG.”AS dan China sepakat melakukan gencatan perang tarif perdagangan selama 90 hari ke depan. Situasi itu dimanfaatkan investor untuk kembali masuk ke aset berisiko seperti saham sehingga IHSG kembali mencatatkan kinerja positif," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, pergerakan nilai tukar rupiah yang positif terhadap dolar AS, serta data inflasi yang terkendali menambah faktor positif bagi pasar saham. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi November sebesar 0,27%, maka inflasi tahun kalender Januari-November 2018 tercatat sebesar 2,49%, dan inflasi tahun ke tahun (yoy) mencapai 3,23%.

Disampaikannya, sentimenn yang beredar saat ini memberikan dampak positif bagi psikologis investor, baik dari eksternal maupun internal. Kendati demikian, dirinya mengingatkan, secara teknikal sejumlah harga saham di Bursa Efek Indonesia mulai memasuki area jenuh beli (overbought) yang berpotensi berbalik arah pergerakannya.”Ada potensi koreksi karena faktor teknikal itu, diharakan tetap waspada," katanya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham sebanyak 447.274 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,06 miliar lembar saham senilai Rp16,78 triliun. Sebanyak 167 135saham naik, 229 saham menurun, dan saham tidak bergerak nilainya. Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei ditutup menguat 223,69 poin (1%) ke 22.574,76, indeks Hang Seng menguat 675,28 poin (2,55%) ke 27.182,03, dan indeks Strait Times menguat 73,01 poin (2,34%) ke posisi 3.190,62.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 61,94 poin atau 1,02% menjadi 6.118,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 15,46 poin atau 1,6% menjadi 981,91 "Mengawali bulan terakhir di tahun 2018, IHSG terus memperlihatkan potensi kenaikan yang semakin membesar di tengah 'capital inflow' yang terlihat masih akan terus berlangsung hingga penghujung tahun 2018," kata analis Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya.

Selain itu, lanjut dia, rilis data perekonomian inflasi yang disinyalir masih dalam kondisi terkendali, akan turut memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG. Oleh karena itu, dirinya sempat memprediksi IHSG berpotensi menguat dan bergerak di kisaran 5.955-6.226. Sementara analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, pasca kenaikan pada akhir pekan lalu, laju IHSG akan cenderung berbalik arah melemah seperti yang diperkirakan sebelumnya, dimana posisi IHSG telah menyentuh batas "upper bollinger band". "Kenaikan yang terjadi sebelumnya dimanfaatkan untuk 'profit taking' sehingga pergerakan IHSG dimungkinkan terjadi konsolidasi terlebih dahulu. Diharapkan aksi jual tidak berlebihan sehingga IHSG tidak melemah terlalu dalam," ujar Reza.

BERITA TERKAIT

PMII Cabang Kota Sukabumi Lakukan Aksi - Menjelang Program Seratus Hari Kerja Walikota Sukabumi

PMII Cabang Kota Sukabumi Lakukan Aksi Menjelang Program Seratus Hari Kerja Walikota Sukabumi NERACA Sukabumi - Puluhan mahasiswa yang tergabung…

Sepekan Dana Asing Keluar Rp 765 Miliar

NERACA Jakarta –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin meningkat 1,16% ke level 6,126.36…

KSEI Dorong Investor Gunakan Login AKSes

NERACA Pekanbaru- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor di Riau agar memanfaatkan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…