Indonesia Dorong Perbaikan Hubungan Dagang Amerika-Tiongkok - Ekonomi Internasional

NERACA

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan Pemerintah Indonesia mendorong perbaikan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China, khususnya di bidang ekonomi, sehingga berdampak baik pada kondisi perekonomian di Indonesia.

"Kita harapkan hubungan (AS) dengan China ya tahap demi tahap akan membaik, karena kalau merusak kedua belah pihak, maka akan berimbas pada negara lain termasuk Indonesia," kata Wapres Jusuf Kalla melalui konferensi pers lewat video di sela-sela kunjungannya ke Argentina dalam rangka menghadiri KTT G20, sebagaimana disalin dari Antara.

Wapres mengatakan Indonesia berperan dalam mendorong perbaikan hubungan dagang AS dan China karena dengan peningkatan hubungan kedua negara tersebut, maka nilai ekspor Indonesia akan membaik.

"Di situ letaknya posisi Indonesia, bagaimana kita harapkan ekonomi perdagangan dunia ini lebih baik. Kalau industri Amerika dan industri China menurun, pasti harga ekspor kita akan menurun," tambahnya.

Pembicaraan hubungan dagang antara AS dan China menjadi salah satu fokus Wapres Jusuf Kalla dalam menghadiri KTT G20 tersebut, selain juga membahas peningkatan hubungan perekonomian di dunia.

Wapres berharap konflik perang dagang AS dan China tersebut dapat selesai di forum KTT G20. "Sampai hari ini diharapkan bisa selesai, apa bisa selesai hari ini atau apa, itu belum ada bayangan karena masih bicara para menteri, diwakili oleh Menkeu dan juga Wamenlu nanti bicara," katanya.

G20 merupakan forum kerja sama di bidang perekonomian yang diikuti oleh 19 negara dengan ekonomi terbesar dan strategis, ditambah organisasi supranasional Uni Eropa. Selain dorongan kebijakan untuk menekan potensi perang dagang tersebut, Indonesia juga membawa sejumlah isu perekonomian antara lain komitmen sistem perdagangan multilateral, pembentukan sistem pajak internasional, peningkatan partisipasi ekonomi negara berkembang, serta peningkatan koordinasi dan sinergi kebijakan makro ekonomi.

KTT G20 mengambil tema Membangun Konsensus untuk Pembangunan yang Berkelanjutan dan Adil, dengan mengusung tiga agenda prioritas yaitu meningkatkan inklusivitas dan mengurangi kesenjangan melalui pemanfaatan teknologi, investasi pendidikan dan pelatihan, serta kebijakan fiskal dan reformasi struktural.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, beberapa hal yang patut diperhatikan adalah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga neraca perdagangan agar tidak mengalami defisit.

“Pemerintah perlu memprioritaskan neraca perdagangan agar jangan sampai defisit. Defisit neraca perdagangan yang ditunjukkan dengan lebih besarnya nilai impor daripada ekspor sebesar USD 2,83 Miliar pada Januari-Mei 2018. Sementara itu, nilai neraca perdagangan migas dan non migas mengalami nilai -USD 5,03 miliar dan +USD 2,2 miliar pada periode yang sama. Defisit neraca perdagangan yang terjadi terus menerus dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi, sehingga kondisi ini perlu diatasi melalui peningkatan nilai ekspor,” kata Assyifa disalin dari siaran resmi.

Peningkatan nilai ekspor dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri dalam jangka panjang. Namun, kebijakan dalam jangka pendek seperti prioritas pembangunan infrastruktur strategis dan mengurangi subsidi BBM dapat dilakukan sebagai bentuk pengurangan ketergantungan terhadap impor. Impor hanyalah salah satu instrumen untuk menjaga kestabilan harga komoditas di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah juga sebaiknya fokus pada peningkatan produktivitas industri domestik dan menambah daya saing produk dalam negeri.

Pada kesempatan lain, Kementerian Perdagangan berusaha meningkatkan neraca perdagangan Indonesia melalui kebijakan untuk mendorong ekspor, menjaga impor, dan kerja sama dengan negara-negara lain. "Ekspor dan impor, serta kerja sama perdagangan internasional merupakan faktor yang dapat mendorong neraca perdagangan Indonesia," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag, Kasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasan saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 27 November 2018. Menurut Kasan, impor juga merupakan bagian dari perdagangan internasional yang tidak bisa dihindari. "Namun, bagaimana agar kebijakan impor dapat dibuat dengan tepat sehingga tidak merugikan Indonesia," jelasnya.

Selain itu, ujar dia, ekspor dan impor menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia karena disadari bahwa suatu negara tidak hanya bisa melakukan ekspor saja tanpa impor. Ia berpendapat bahwa impor bukan hal yang perlu dihindari karena impor sebenarnya juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, misalnya dengan mengimpor bahan baku untuk dapat dijadikan produk bernilai tambah.

Sebagaimana diwartakan, peningkatan mutu produk lokal dinilai sebagai salah satu solusi guna mengatasi defisit neraca perdagangan karena produk lokal yang meningkat kualitasnya juga bakal menjadi substitusi impor bahan baku.

BERITA TERKAIT

Perekonomian Indonesia Tumbuh di Tengah Krisis Ekonomi Global

  Oleh: Rizal Arifin, Pemerhati Ekonomi Pembangunan   Kritik oposisi terhadap Pemerintah terkait target pertumbuhan ekonomi dibawah 6 persen mejadi…

Kemenperin Terus Dorong Peningkatan Ekspor Sedan

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan investasi dan memperluas pasar ekspor untuk industri otomotif…

Dunia Usaha - Kemenperin Dorong Santripreneur Manfaatkan Teknologi Digital

NERACA Bandar Lampung - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Aneka, Gati Wibawaningsing mengatakan terus melakukan pembinaan dan pelatihan santri berindustri…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ekspor Mobil CBU Ditargetkan Sebesar 400.000 Unit

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor mobil CBU mencapai 400.000 unit pada tahun ini, atau naik 51,2% secara tahunan.…

Pameran Jadi Cara Pemerintah Bantu Pemasaran Produk Usaha Kecil - Promosi Dagang

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan berkomitmen terus meningkatkan pemasaran produk usaha kecil menengah (UKM), salah satunya melalui keikutsertaan dalam pameran.…

Dunia Usaha - Kemenperin Dorong Perusahaan Rintisan Berkontribusi Ekspor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian berkomitmen mendukung pembinaan perusahaan rintisan (startup) dengan membuka kesempatan go internasional melalui program Asia Entrepreneurship…