Kapuas Prima Bakal Rilis Obligasi Rp 600 Miliar - Danai Eksplorasi Tambang

NERACA

Jakarta – Di kuartal tiga 2018, emiten perusahaan tambang PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) membukukan laba bersih Rp 99,5 miliar dari total penjualan Rp 514 miliar. Pada Mei 2018, perseroan telah mendapat tambahan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 1.129,25 hektare. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kemudian untuk pemenuhan kebutuhan dana eksplorasi dan kegiatan usahanya, Kapuas Prima berencana menerbitkan obligasi yang saat ini masih dalam tahap proses review otoritas Jasa Keuangan. Rencana obligasi tersebut sebesar maksimal Rp 600 miliar. Dengan ini maka Perseroan memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana secara keseluruhan hingga US$ 80 juta di mana sebagian dilakukan melalui rencana penerbitan obligasi ini.

Nantinya, seluruh dana yang terserap akan digunakan sebagai nilai tambah perseroan melalui pembangunan smelter, menambah nilai cadangan mineral melalui pengembangan eksplorasi areal pertambangan perseroan dan terakhir adalah efisiensi peralatan-peralatan tambang. Sementara itu pembangunan pabrik pemurnian timbal (Pb) sudah mencapai 99,28% sesuai dengan hasil verifikasi dari konsultan pihak ketiga.

Tahun depan, pabrik pemurnian ini ditargetkan telah beroperasi dan dapat memberikan kontribusi pendapatan tambahan sebesar Rp 415 miliar dan estimasi laba bersih sebesar Rp 63 miliar di tahun 2019. Untuk tiga tahun ke depan Perseroan juga akan membangun fasilitas tambahan pabrik pemurnian seng (Zn) dengan kapasitas 30.000 ton per tahun Ingot seng (Zn) dan pembangunan pabrik konsentrat Zinc Oxyde dengan kapasitas produksi 22.000 ton Zinc Oxyde dengan kadar 60% up.

Komposisi penjualan sampai dengan September 2018 adalah sebagai berikut dengan Lead (Pb) sebesar 12.904,7 dmt, Zinc (Zn) sebesar 26,118.15 dmt dan Silver (Ag) sebesar 11,77dmt dengan Tiongkok sebagai destinasi penjualan. Penjualan untuk periode Oktober 2018 hingga 18 November 2018 juga mencatatkan hasil yang baik di mana total penjualan Lead (Pb) adalah 1.623,08 dmt, Zinc (Zn) adalah 5.673,69 dmt dan Silver (Ag) adalah 3.11 dmt. Sehingga total penjualan sampai dengan periode November 2018 adalah sebesar Rp 654 miliar atau sekitar US$ 45 juta.

Komposisi kadar hasil proses produksi yang dihasilkan sampai periode November 2018 memuaskan dan tidak menunjukkan adanya penurunan, di mana kadar untuk Lead (Pb) adalah 57,12%, Zinc (Zn) adalah 52.11% dan Silver (Ag) adalah 2.056,50ppm. Sedangkan total ore yang dihasilkan dari awal tahun (Jan 2018) sampai akhir Oktober 2018 adalah sebesar 269.061,47 ton dengan kadar Lead (Pb) sebesar 3,90% dan Zinc (Zn) sebesar 7,28%.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menegaskan peringkat BBB bagi PT Kapuas Prima Coal Tbk dengan prospek stabil. Pefindo menyematkan peringkat ini untuk penerbitan obligasi I tahun 2018 sebesar Rp 600 miliar. ZINC akan menggunakan dana hasil emisi obligasi untuk membiayai belanja modal dan modal kerja.

Kata analis Pefindo, Wilson Soegianto dan Martin Pandiangan, peringkat BBB yang diberikan Pefindo ini mencerminkan profil cadangan dan sumber daya ZINC yang memadai dan lebih banyak operasi yang terintegrasi secara vertikal dalam waktu dekat dan menengah.

BERITA TERKAIT

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar - Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong NERACA Depok - ‎Pemerintah Kota…

Tarif Tol Trans Jawa Bakal Turun - Mempertimbangkan Kontrak dan Investasi

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penurunan tarif tol…

Tingkatkan Pangsa Pasar - Kimia Farma Bakal Akuisisi Phapros

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membeli 47.901.860 lembar atau 56,77 dari total saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…