Urban Jakarta Pangkas Jumlah Emisi Saham - Raih Dana Konversi Saham

NERACA

Jakarta – Mengklaim sudah memiliki kecukupan dana dalam mendanai pengembangan bisnisnya, menjadi alasan bagi PT Urban Jakarta Propertindo Tbk menurunkan target penggalangan dana melalui initial public offering (IPO) dari Rp600 miliar menjadi Rp432 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam suratnya kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin.

Direktur KSEI, Syafruddin menyampaikan, penawaran umum perdana atas saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk telah didaftarkan oleh emiten yang bersangkutan ke dalam penitipan kolektif KSEI. Penawaran umum perdana saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk telah mendapat penyataan efektif tanggal 29 November 2018. Rinciannya, perseroan menawarkan 360 juta lembar saham dengan harga Rp1.200 per lembar. Dengan demikian, perseroan akan meraup dana sebesar Rp432 miliar.

Presiden Direktur PT Sinarmas Asset Management selaku penjamin emisi Urban Jakarta, Hermawan Hosein mengatakan, tidak ada alasan khusus terkait penurunan jumlah emisi saham dalam IPO Urban Jakarta Propertindo dari 600 juta saham menjadi 360 juta saham. Pasalnya, hal ini memang telah direncanakan dan dibahas sejak awal antara manajemen dan penjamin pelaksana.

Lebih lanjut, Hermawan mengungkapkan alokasi dana hasil IPO masih akan sesuai dengan yang telah dicantumkan dalam prospektus dan tidak terdapat perubahan. "Saya yakin, Urban Jakarta Propertindo tetap akan mencapai target yang telah ditetapkan,”ungkapnya.

Sementara menurut Tri Rachman Batara, Direktur Pengembangan Usaha sekaligus Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo, alasan penurunan jumlah penawaran sahamnyadari 600 juta saham ke 360 juta saham lantaran sudah mencukupi kebutuhan perusahaan. Disampaikannya, perusahaan masih mengantongi konversi saham dari bond yang sebesar 282,25 juta saham atau setara dengan 8,8% dari total modal disetor dan ditempatkan sehingga jika ditotal menjadi 20% saham yang akan dilepas ke publik.

Dana yang bisa dikantongi dari hasil konversi bond tersebut sebesar Rp 338 miliar.Konversi saham itu didapat dari bond yang diberikan oleh Ibukota Development Ltd (IDL) sebuah perusahaan properti dari Singapura yang sudah menjalin kerjasama dengan Urban Jakarta sejak tahun 2017 lalu. Perseroan dalam pelaksanaan masa penawaran umum saham mengalami over subscribe atau kelebihan permintaan sebanyak 2,6 kali.

Masa penawaran umum pada tanggal 3 Desember 2018, penjatahan pada tanggal 5 Desember 2018 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Desember 2018. Pada saat yang sama, perseroan juga menerbitkan sebanyak 504 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 19,68%. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada Tanggal Penjatahan.

Setiap pemegang lima saham baru perseroan berhak memperoleh tujuh waran seri I dimana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Adapun waran seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun. Selain itu, pada tanggal pencatatan, perseroan akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi berdasarkan Convertible Loan Agreement dengan nilai pokok pinjaman US$ 25 juta milik PT Nusa Wijaya Propertindo (NUSA) menjadi sebanyak 282 juta saham.

Dengan dilaksanakannya waran dan konversi berdasarkan perjanjian pinjaman konversi, persentase kepemilikan masyarakat akan menjadi sebanyak-banyaknya sebesar 23,30% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham.

BERITA TERKAIT

Didominasi Warga DKI Jakarta - Penawaran Sukuk ST-002 Capai Rp 4,9 Triliun

NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyambut gembira keberhasilan Sukuk Negara Tabungan 002 atau…

Wali Kota Depok Raih Entrepreneur Award 2018

Wali Kota Depok Raih Entrepreneur Award 2018 NERACA Depok - Wali Kota Depok, Mohammad Idris berhasil meraih penghargaan Entrepreneur Award…

Bukaka Kuasai 25% Saham Poso Energy

PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kembali menguasai 25% saham PT Poso Energy. Sebelumnya, Bukaka sempat melepas 4,49% sehingga kepemlikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…