Ketika Sampah Bisa Disulap Menjadi Tabungan Emas - Pegadaian Kampanyekan Lingkungan

Persoalan sampah yang belum tertangani secara optimal akan menjadi bom waktu bagi masyarakat dengan menimbulkan masalah baru baik sosial, lingkungan, kesehatan dan ekonomi. Apalagi di Indonesia tingkat kesadaran membuang sampah masih rendah ditengah meningkatnya produksi sampah di dalam negeri tiap tahunnya. Oleh karena itu, permasalahan sampah tidak hanya mengandalkan pemerintah tetapi juga peran strategi pihak swasta dan masyarakat tentunya.

Semangat inilah yang dilakukan PT Pegadaian (Persero) melalui program "The Gade Clean & Gold" memfasilitasi masyarakat Banjarmasin untuk mengubah dan mengelola sampah menjadi tabungan emas. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Harianto Widodo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, program The Gade Clean & Gold mengajak seluruh masyarakat di Alalak Utara, Banjarmasin untuk peduli lingkungan dengan mengkapitalisasi sampah menjadi tabungan emas, apalagi mengingat daerah tersebut telah memiliki 211 bank sampah.”Kami akan memberikan pembekalan untuk mengumpulkan dan mengolah sampah, selanjutnya dikonversikan menjadi Tabungan Emas. Dengan banyaknya bank sampah di daerah tersebut, Pegadaian hadir dengan program Bersih-bersih Lingkungan `The Gade Clean & Gold,"ujarnya.

Untuk pengadaan The Gade Clean & Gold ini, Pegadaian membutuhkan pembangunan 1 unit bank sampah dan renovasi 5 unit bank sampah yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, Pegadaian memberikan 5 unit sepeda motor roda tiga Viar dan 8 unit gerobak kepada pihak pengelola bank sampah. Dalam kesempatan yang sama, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan apresiasinya terhadap Pegadaian karena telah membangun The Gade Clean & Gold di lokasi tersebut.

Menurut dia, Kota Banjarmasin telah memiliki bank sampah induk di Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin Utara, berkat dukungan dari Pemerintah Kota yang mewajibkan setiap aparat untuk menjadikan bank sampah ini.”Kami sungguh mengapresiasi Pegadaian yang telah menjadi lokasi ini sebagai lokasi tujuan CSR perusahaan mengubah sampah menjadi emas," jelas Ibnu Sina.

Sebagai informasi, Kota Banjarmasin telah memiliki 211 bank sampah yang dapat mereduksi 11-13 ton sampah setiap harinya. Dengan produksi harian sampah mencapai 600 ton per hari, hal ini dinilai masih membutuhkan kurang lebih 40 sampai 50 bank sampah setiap tahunnya untuk didirikan di setiap kelurahan agar pemanfaatan sampah lebih optimal. Kini pogram The Gade Clean & Gold hadir di tiga kota Indonesia, yakni di Pekanbaru, Bekasi dan Banjarmasin. Kehadiran program ini sudah banyak memberikan manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat setempat karena mereka dapat memanfaatkan sampah menjadi tabungan emas.

Manfaat Bagi Masyarakat

Program The Gade Clean & Gold di kota Banjarmasin menjadi wujud kepedulian Pegadaian dan menegaskan kehadiran BUMN hadir untuk negeri, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat baik dalam sektor ekonomi maupun lingkungan. Selain itu juga karena Banjarmasin telah memiliki banyak bank sampah sehingga ke depannya dapat dijadikan contoh untuk bisa diimplementasikan di daerah-daerah lain di Indonesia sebagai desa binaan Pegadaian.

Peran BUMN hadir untuk negeri, sangat dinantikan bagi masyarakat untuk meringankan dan menyelesaikan masalah sosial dan termasuk persoalan sampah. Harapan ini pula yang disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman yang mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di ibu kota Provinsi Aceh tersebut membangun bank sampah.”Kami mengajak BUMN melalui program tanggjung jawab sosial perusahaan ata corporate social rensponsibility (CSR) membangun bank sampah, sehingga sampah yang dihasilkan masyarakat bisa menghasilkan nilai ekonomis,"ujarnya.

Dia menyebutkan, volume sampah masyarakat Kota Banda Aceh saat ini mencapai 300 ton per hari. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 200 ton per hari. Dengan hadirnya bank sampah, kata Aminullah, limbah tersebut bisa diolah dan memiliki nilai ekonomi, seperti dijadikan kompos atau pupuk organik maupun kerajinan tangan dari sampah anorganik.”Karena itu, kami mengajak semua BUMN yang ada di Banda Aceh bisa membangun bank sampah di gampong-gampong atau desa melalui program CRS. Seperti yang telah dilakukan PT Pegadaian," katanya.

Sebelumnya, kata Aminullah Usman, Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan PT Pegadaian membangun bank sampah di Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa. Seluruh sampah yang ada di gampong itu, kata dia, dipilah antara organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi kompos dan anorganik dibuat menjadi kerajinan tangan.”Tentunya kompos dan kerajinan tangan tersebut dijual dan menghasilkan uang. Proyek bank sampah ini akan diterapkan di seluruh gampong di Kota Banda Aceh," jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah Kota Banda Aceh membutuhkan dukungan BUMN membangun bank sampah. Sebab, kehadiran bank sampah ini bisa menambah perekonomian masyarakat.”Selain membangun perekonomian, kehadiran bank sampah ini juga akan mewujudkan kebersihan lingkungan masyarakat. Karena itu, kami berupaya menghadirkan bank sampah ini di seluruh gampong di Kota Banda Aceh,"ungkap Aminullah Usman.

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Industri Hijau Bisa Masuk Bagian Program Digitalisasi Ekonomi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong sektor industri manufaktur di Indonesia agar semakin meningkatkan kegiatan yang terkait…

Kilang Balikpapan Tingkatkan Produksi BBM Ramah Lingkungan

    NERACA   Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pembangunan Refinery Development Master Plan…

KPPU Jamin Semua Orang Bisa Menjadi Pengusaha

KPPU Jamin Semua Orang Bisa Menjadi Pengusaha NERACA Tasikmalaya – Anggota KPPU Kodrat Wibowo di awal kuliah umum yang diselenggarakan…

BERITA LAINNYA DI CSR

Konsisten Konservasi Hutan - APP Berhasil Tekan Dampak Kebakaran Hutan

Menyadari keberlanjutan bisnis usahanya tidak lepas dari menjaga kelestarian alam, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas selalu konsisten melakukan…

Peduli Pendidikan Lewat UFE - PermataBank Berikan Advokasi Libatkan Komunitas

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PermataBank melalui program corporate social responsibility (CSR) menggelar Unite for Education (UFE) sebagai upaya…

Sejahterakan Petani di Kalimantan Selatan - BNI Bantu Program Kegiatan Padat Karya Tunai

Membangun fundamental ekonomi dari sektor pertanian terus ditingkatkan pemerintah. Namun implementasi tersebut tidak bisa lepas dari keterlibatan peran swasta dan…