BCA Bagi Dividen Interim Rp 85 Per Saham

NERACA

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2018. Dividen tunai akan dibayarkan pada 21 Desember 2018. BBCA akan membagikan dividen interim sebesar Rp 85 per saham dari laba periode 1 Januari 2018-30 September 2018. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kaya Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BBCA, keputusan pembagian dividen tertuang dalam surat keputusan direksi No.184/SK/DIR/2018 serta persetujuan dewan komisaris perseroan sebagaimana dimaksud dalam surat keputusan dewan komisaris No.208/SK/KOM/2018 tanggal 22 November 2018, dengan ini diberitahukan kepada pemegang saham bahwa BBCA akan melaksakan pembagian dividen interim.

Disebutkan, cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 30 November 2018. Cum dividen pasar tunai jatuh pada 4 Desember 2018. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen adalah 4 Desember 2018. Hingga September 2018, laba bersih per saham dasar BBCA adalah Rp 751 per saham. Artinya, dividen payout ratio BBCA adalah 11,32%.

Sementara laba bersih tumbuh sebesar 9,9% year-on-year menjadi Rp 18,5 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih tercatat Rp 16,8 triliun.”BCA secara konsisten menerapkan praktik kehati-hatian dan mencermati kondisi perekonomian guna menjaga keberlangsungan kinerja bisnis kami," kata Wakil Presiden Direktur BCA, Eugene K. Galbraith.

Pendapatan operasional BCA yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operaslonal lainnya, kata Eugene, meningkat 10,1 persen menjadi Rp 45,9 triliun dibandingkan Rp 41,7 trlllun pada sembilan bulan pertama 2017. Lebih jauh, Eugene mengatakan pertumbuhan neraca perseroan sehat. Pada periode ini portofolio kredit naik sebesar 17,3% ketimbang tahun lalu menjadi Rp 516 triliun. Adapun dana giro & tabungan (CASA) tumbuh 11,4% year-on-year menjadi Rp 477 triliun.”BCA membukukan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebeiumnya. Kami melihat adanya peluang-peluang usaha serta peningkatan permintaan kredit usaha dari para nasabah," kata Eugene.

Selama periode ini, rasio kredit bermasalah (NPL) BCA berada pada level 1,4% pada akhir September 2018. Angka tersebut, menurut Eugene, masih dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat sebesar 187,0%. Di samping itu, rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) tercatat sebesar 80,9% dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,2%. Penyempurnaan dari LFR, Rasio lntermediasi Makroprudensial (RIM) yang baru diterapkan tercatat pada level 81.8%.

BERITA TERKAIT

Sikapi Penurunan Harga Tiket - Performance Saham Garuda Ikut Terkoreksi

NERACA Jakarta – Kebijakan maskapai Garuda Indonesia Group mengumumkan penurunan harga tiket pesawat di seluruh rute penerbangan sebesar 20% menuai…

KOLABORASI BCA - AIA

Direktur PT BCA Suwignyo Budiman (kanan) dan Presiden Direktur PT AIA Financial Ben Ng (kiri) saat peluncuran Proteksi Edukasi Maksima…

Bergerak Liar, Saham CSIS Masuk UMA

Perdagangan saham PT Cahaya Sakti Investindo Tbk (CSIS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena telah terjadi kenaikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…