Batik RI Berpotensi Dipasarkan di Bangladesh

NERACA

Jakarta – Produk-produk kain dan pakaian batik asal Indonesia mempunyai potensi yang baik untuk dipasarkan di Bangladesh, kata Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina P. Soemarno. Menurut Dubes Rina di Dhaka, disalin dari Antara, prospek untuk pasar batik Indonesia di Bangladesh cukup baik karena warga di negara tersebut cukup mengenal batik Indonesia. "Orang-orang Bangladesh bangga memakai batik Indonesia karena mereka merasa seperti kaum ningrat," ujar dia.

Untuk itu, pihak KBRI Dhaka kedepannya berupaya untuk melakukan "matchmaking" antara pengusaha Indonesia dan Bangladesh untuk dapat mendirikan beberapa butik batik Indonesia di Bangladesh.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka juga menyelenggarakan acara "Indonesian Batik Festival" pada 21-22 November untuk mempromosikan produk batik Indonesia kepada para warga Bangladesh.

Dalam acara "Indonesian Batik Festival" itu, KBRI Dhaka mengadakan beberapa kegiatan, antara lain peragaan busana (fashion show) batik, talk show tentang batik, lokakarya membuat batik, serta pameran dan penjualan batik Indonesia.

Pakaian-pakaian batik karya perancang asal Indonesia, Ai Syarief, diperagakan dalam kegiatan "fashion show" batik oleh para model dari Bangladesh. Para pengunjung acara "Indonesian Batik Festival" dapat memperoleh pengetahuan lebih banyak tentang batik dengan mengikuti acara talk show.

Selanjutnya, para pengunjung pun dapat melihat-lihat dan membeli pakaian batik yang dipamerkan dalam festival tersebut. Selain itu, pada hari kedua festival, KBRI mengadakan lokakarya untuk mengajak warga Bangladesh belajar cara membuat batik.

Presiden Dewan Perancang Busana Bangladesh Maheen Khan yang hadir dalam acara tersebut menilai bahwa ada pasar yang potensial bagi produk batik Indonesia di Bangladesh. "Indonesia memainkan peran penting dalam mempromosikan batik di pasar global. Para perancang Bangladesh sangat senang menggunakan batik karena terkait dengan budaya dan sejarah. Kami sangat senang seorang perancang batik Indonesia dapat datang ke Bangladesh dan menunjukkan berbagai koleksi rancangan batiknya," ucapnya.

Maheen Khan berpendapat bahwa Indonesia perlu mengadakan lebih banyak lokakarya dan pameran tentang batik untuk membuat orang-orang Bangladesh benar-benar memahami kompleksitas batik, dan pada akhirnya batik menjadi lebih terkenal di kalangan warga Bangladesh.

PT Industri Kereta Api (INKA) terus berupaya mempenetrasi dan memenuhi kebutuhan besar pasar kereta api di Bangladesh, kata staf tim purna jual (aftersales) PT INKA Triono. "Sebenarnya kalau PT INKA sendiri sudah mulai bergerak, ada yang ke Filipina juga. Cuma di Bangladesh ini masih banyak sekali kebutuhan kereta yang harus dipenuhi," ujar Triono saat ditemui di Stasiun Kereta Api Kamlapur di Dhaka, Bangladesh, disalin dari Antara.

Menurut dia, saat ini Bangladesh masih sangat membutuhkan kereta api dalam jumlah banyak karena jumlah kereta yang ada masih kurang dibandingkan populasi penduduk negara tersebut yang besar. "INKA pertama kali pernah membuat kereta khusus untuk Bangladesh pada 2005, dan kemudian berlanjut pada tahun 2016 mendapat tender proyek sejumlah 150 kereta yang sekarang telah beroperasi di Dhaka," ungkapnya.

Kereta-kereta yang telah beroperasi tersebut mengangkut penumpang dari Dhaka menuju ke berbagai kota di Bangladesh. Selanjutnya, PT INKA pun telah memenangkan tender penyediaan sebanyak 250 kereta penumpang untuk Bangladesh, dan pengiriman awal dari 250 kereta pesanan tersebut akan dimulai pada Januari 2019. "INKA sudah memenangkan tender 250 kereta dan tahun 2019 bulan Januari mungkin baru pengiriman awal ke Bangladesh," ucap Triono.

Dia menambahkan, PT INKA selanjutnya sedang mengikuti proses tender di Bangladesh untuk penyediaan kereta bagasi dan gerbong barang. Proses tender tersebut sedang memasuki tahap penilaian dokumen dan harga.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina P Soemarno menyebutkan bahwa Pemerintah Bangladesh berminat untuk membeli kereta tingkat (Double Deck Train) guna mengimbangi antara kapasitas layanan angkutan dengan jumlah penduduk yang besar.

Menurut dia, Pemerintah Bangladesh juga ingin membeli kereta ambulans untuk mengantisipasi kebutuhan akan transportasi khusus bila terjadi bencana di negara tersebut. "Selain itu, Bangladesh tertarik untuk kereta mewah dan PT INKA harus menang tender untuk dapat proyek produksi kereta mewah," ujarnya.

Kualitas kereta api hasil produksi PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) untuk Bangladesh dinilai baik karena gerbong kereta sangat kuat dan mampu menampung dan menahan penumpang dalam jumlah besar.

BERITA TERKAIT

PAMERAN BATIK FASHION FAIR 2018

Seorang pengunjung mencoba batik hasil kerajinan industri rumahan yang dipamerkan ketika berlangsung Batik Fashion Fair 2018 di Mall Grand City,…

Pengusaha Indonesia Didorong Mulai Berbisnis di Bangladesh

NERACA Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka mendorong para pengusaha dan investor Indonesia untuk memperluas usaha dan…

INKA Terus Penetrasi Pasar Kereta Api Bangladesh

NERACA Jakarta – PT Industri Kereta Api (INKA) terus berupaya mempenetrasi dan memenuhi kebutuhan besar pasar kereta api di Bangladesh,…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…