INKA Terus Penetrasi Pasar Kereta Api Bangladesh

NERACA

Jakarta – PT Industri Kereta Api (INKA) terus berupaya mempenetrasi dan memenuhi kebutuhan besar pasar kereta api di Bangladesh, kata staf tim purna jual (aftersales) PT INKA Triono. "Sebenarnya kalau PT INKA sendiri sudah mulai bergerak, ada yang ke Filipina juga. Cuma di Bangladesh ini masih banyak sekali kebutuhan kereta yang harus dipenuhi," ujar Triono saat ditemui di Stasiun Kereta Api Kamlapur di Dhaka, Bangladesh, disalin dari Antara.

Menurut dia, saat ini Bangladesh masih sangat membutuhkan kereta api dalam jumlah banyak karena jumlah kereta yang ada masih kurang dibandingkan populasi penduduk negara tersebut yang besar. "INKA pertama kali pernah membuat kereta khusus untuk Bangladesh pada 2005, dan kemudian berlanjut pada tahun 2016 mendapat tender proyek sejumlah 150 kereta yang sekarang telah beroperasi di Dhaka," ungkapnya.

Kereta-kereta yang telah beroperasi tersebut mengangkut penumpang dari Dhaka menuju ke berbagai kota di Bangladesh. Selanjutnya, PT INKA pun telah memenangkan tender penyediaan sebanyak 250 kereta penumpang untuk Bangladesh, dan pengiriman awal dari 250 kereta pesanan tersebut akan dimulai pada Januari 2019. "INKA sudah memenangkan tender 250 kereta dan tahun 2019 bulan Januari mungkin baru pengiriman awal ke Bangladesh," ucap Triono.

Dia menambahkan, PT INKA selanjutnya sedang mengikuti proses tender di Bangladesh untuk penyediaan kereta bagasi dan gerbong barang. Proses tender tersebut sedang memasuki tahap penilaian dokumen dan harga.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina P Soemarno menyebutkan bahwa Pemerintah Bangladesh berminat untuk membeli kereta tingkat (Double Deck Train) guna mengimbangi antara kapasitas layanan angkutan dengan jumlah penduduk yang besar.

Menurut dia, Pemerintah Bangladesh juga ingin membeli kereta ambulans untuk mengantisipasi kebutuhan akan transportasi khusus bila terjadi bencana di negara tersebut. "Selain itu, Bangladesh tertarik untuk kereta mewah dan PT INKA harus menang tender untuk dapat proyek produksi kereta mewah," ujarnya.

Kualitas kereta api hasil produksi PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) untuk Bangladesh dinilai baik karena gerbong kereta sangat kuat dan mampu menampung dan menahan penumpang dalam jumlah besar.

"Pengalaman kami pada 2005 kita pernah membuat gerbong yang kuat seperti ini dan diakui oleh pihak Bangladesh kualitasnya bagus sehingga mereka ke depannya memilih kereta dari PT INKA," kata staf tim purna jual (aftersales) PT INKA Triono saat ditemui di Stasiun Kereta Api Kamlapur, Dhaka.

Menurut Triono, gerbong kereta api penumpang untuk Bangladesh memang dirancang menjadi gerbong kereta super kuat agar dapat menahan tekanan bila ada penumpang yang naik di atas gerbong. "Ya benar, gerbongnya memang sangat kuat, di atas rata-rata ukuran Asia. Karena memang di sini aturan untuk naik kereta di atas (gerbong) masih diperbolehkan," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa PT INKA sejak awal berupaya untuk memenuhi kebutuhan kereta yang sesuai dengan karakteristik masyarakat dan keadaan di Bangladesh dengan melakukan studi di lapangan. "Jadi sebelumnya, beberapa personel PT INKA ke sini untuk melihat karakteristik masyarakat Bangladesh ketika naik kereta seperti apa, sistem operasionalnya seperti apa, perawatannya seperti apa," ujar Triono.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa PT INKA memang membuat rangkaian kereta yang lebih panjang untuk kereta di Bangladesh agar dapat mengimbangi kepadatan penumpang. "Kami membuat rangkaian yang sangat panjang. Kalau dibandingkan dengan di Indonesia, ini termasuk rangkaian yang lebih panjang. Karena di Indonesia paling banyak maksimum 11 atau 12 (gerbong) kereta dalam satu rangkaian. Di sini sampai 18 (gerbong) kereta," kata dia.

"Apa lagi kalau hari libur atau hari besar, pasti semua rangkaian kereta di Bangladesh 'di-full-kan' jadi 18 (gerbong) penuh," ucap Triono. Selanjutnya, kontrak penyediaan kereta api oleh PT INKA untuk Bangladesh juga disertai dengan garansi dua tahun dan layanan pendampinagn operasional selama dua tahun.

BERITA TERKAIT

Penetrasi Bisnis LNG Skala Kecil Pertamina ke Industri Wisata dan Horeka - Sangat Strategis

Penetrasi Bisnis LNG Skala Kecil Pertamina ke Industri Wisata dan Horeka Sangat Strategis NERACA Jakarta - Penetrasi bisnis gas alam…

Pasar Ekspor Meningkat - KPAS Tingkatkan Kapasitas Produksi 300%

NERACA Jakarta – Tahun depan, emiten produsen kapas PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) berencana meningkatkan kapasitas produksi sebesar 300% menjadi…

Wali Kota Depok Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi

Wali Kota Depok Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mendorong para pelaku usaha…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…