Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar - Danai Pelunasan Utang

NERACA

Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA) yang berencana menerbitkan surat utang atau obligasi melalui skema obligasi berkelanjutan Chandra Asri Petrochemical tahap I tahun 2018 dengan nilai penerbitan pokok sebesar Rp500 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektus singkatnya yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Emiten produsen petrokimia terintegrasi ini menyebutkan, 80% atau sekitar Rp400 miliar hasil dari obligasi akan digunakan untuk melunasi pokok utang berdasarkan Facility Agreement for US$220.000.000 Single Currency Term Facility tanggal 29 September 2012. Pembayaran utang tersebut diprediksi akan dilaksanakan pada 29 maret 2019. Sebesar 20% sisanya akan digunakan entitas anak PT Barito Pacific Tbk. tersebut untuk mendanai sebagian belanja modal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan/atau diversifikasi produk yang bertujuan menaikkan skala usaha perseroan.

Perseroan menjelaskan, belanja modal itu akan digunakan terutama untuk membeli mesin pabrik methyl tert-buthy ether (MTBE) dan Butene-1 dengan estimasi mulai beroperasi pada kuartal III/2020 dan diperkirakan menelan biaya US$130,5 juta. Aksi korporasi penerbitan obligasi ini terdiri dari seri A dan seri B. Perseroan memegang peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi tersebut.

Obligasi seri A memiliki periode 3 tahun setelah emisi hingga jatuh tempo yaitu 19 Desember 2021, sedangkan obligasi seri B akan jatuh tempo 5 tahun setelah tanggal emisi yaitu 19 Desember 2023. Perseroan belum mempublikasikan kupon untuk kedua seri tersebut. Yang pasti bunga obligasi akan dibayar setiap triwulanan atau tiga bulan, di mana bunga pertama akan dibayarkan pada 19 Maret 2019, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus tanggal jatuh tempo dari obligasi adalah tanggal 19 Desember 2021 untuk seri A dan 19 Desember 2023 untuk seri B.

Untuk penerbitan obligasi tersebut, TPIA menetapkan jaminan seluruh harta kekayaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak. Pemesanan pembelian obligasi dilakukan sekurang-kurangnya Rp5 juta dan kelipatannya. Kemudian untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, perseroan telah menunjuk BCA Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

BERITA TERKAIT

Manajemen Utang

Seperti di berbagai kesempatan Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengklaim bahwa manajemen utang Indonesia sudah baik, sudah on the track, utang…

Mewaspadai Utang Luar Negeri BUMN

Oleh: Awalil Rizky, Pokja Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Defisit Transaksi Berjalan makin membesar dan menjadi sumber kerentanan sektor…

Gelar Private Placement - Aperni Konversi Utang US$ 310 Jadi Saham

NERACA Jakarta –Dalam rangka restrukturisasi utang sebesar US$ 310 juta dan Rp 1,69 triliun, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Armada Baru - Armada Berjaya Bidik Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) langsung tancap gas dalam ekspansi…

Ditopang Penjualan Residensial - BSDE Targetkan Marketing Sales Rp 6,2 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Bumi Serpong Damai  Tbk (BSDE) memasang target marketing sales senilai Rp6,2  triliun.”Kami optimistis target…

WIKA Garap Proyek Bandara di Makassar

Pacu pertumbuhan kontrak baru, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selalu aktif dalam berbagao tender proyek pemerintah. Teranyar, perseroan ditunjuk…